Innalillahi, KH Fawaid As’ad Syamsul Arifin Tutup Usia

Kiai karismatik pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Sukorejo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, K.H.R. Ahmad Fawaid As’ad, Jumat, 9 Maret 2012, pukul 12.15 WIB, meninggal dunia di Graha Amerta Rumah Sakit Umum Daerah Dr Soetomo, Surabaya.

Kiai Fawaid, salah seorang putra almarhum K.H. As’ad Syamsul Arifin itu meninggal dunia setelah dirawat karena menderita penyakit jantung dan gula.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Jawa Timur Musyafak Noer mengatakan, sebelum meninggal, Fawaid sempat mengalami koma. “Beliau memang menderita jantung. Mungkin karena tubuhnya yang cukup gemuk itu jadi rentan penyakit,” kata Musyafak ketika dihubungi Tempo.

Janazah Kiai Fawaid rencananya akan langsung dibawa ke rumah duka di kompleks Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Situbondo. Penguburannya akan dilakukan di kompleks pemakaman pesantren. Namun belum diketahui waktu pelaksanaannya.

Fawaid, kata Musyafak Noer, adalah sosok yang tangguh dan istikamah dalam perjuangan yang dilakukannya melalui PPP. Sebelum meninggal, Fawaid adalah Ketua Dewan Pimpinan Cabang PPP Situbondo. “Sejak Orde Baru tumbang, PPP Situbondo tak pernah dapat kursi. Tapi, sejak dipimpin Kiai Fawaid, langsung dapat 12 kursi,” ujar Musyafak.

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur Hasan Mutawakil Alallah mengatakan bahwa Kiai Fawaid tercatat sebagai A’wan PWNU Jawa Timur. Untuk mengormati arwahnya, PWNU telah menginstruksikan kepada seluruh masjid dan musala milik NU menggelar salat goib.

Rais Syuriyah PBNU KH Afifuddin Muhajir menyatakan, meninggalnya KH Fawaid As’ad merupakan sebuah berita duka yang sangat dalam mengingat banyak peran penting yang dilakukan olehnya dalam membimbing ummat.

“Kita kehilangan bukan hanya sekedar kehilangan. Ini kesedihan mendalam tak hanya bagi pesantren, tetapi juga bagi ummat. Santri beliau ada di mana-mana di seluruh Indonesia,“ katanya ketika dihubungi NU Online dari Jakarta.

Kiai Fawaid, katanya berhasil mengkombinasikan antara tradisi pesantren salaf dengan manajemen modern sehingga banyak orang tua yang menitipkan putra-putrinya di pesantren ini.

Tak heran, dalam dua tahun terakhir, jumlah santri terus meningkat dan kini mencapai angka sekitar 15 ribu. Kiai Afifuddin menuturkan, santriwati mendominasi karena adanya kekhawatiran para orang tua atas pengaruh lingkungan yang semakin buruk, sehingga mereka dititipkan di pesantren ini.

“Santri baru dikalangan putri sangat banyak. Banyak orang tak tenang membiarkan putrinya ada di rumah karena parahnya kerusakan moral. Aturaan pesantren yang ketat menjadi pilihan untuk menjaga putri mereka,“ jelasnya.

Secara struktural, kiai Fawaid adalah pembina pesantren, tetapi secara kultural ia adalah pengasuhnya. Kiai Afifuddin menjelaskan, proses kepengasuhan di pesantren ini bersifat kolektif kolegian.

“Nantinya akan ada rapat keluarga untuk menentukan pengganti beliau,“ papar Kiai yang juga menjadi salah satu pengasuh di pesantren ini.

Ia menjalaskan, sampai jam 3.00 WIB, jenazah masih dalam perjalanan di Lumajang. Rencananya, Kiai As’ad akan dimakamkan setelah sholat Isya’.

tempo.co/nu.or.id

 

About these ads

Satu gagasan untuk “Innalillahi, KH Fawaid As’ad Syamsul Arifin Tutup Usia

  1. selamat jalan murobbiku,………….
    engkau akan bahagia disana
    jasa mu tak kan pernah q lupakan
    terima kasih guru q,…………….

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s