Profil : Madrasah Diniyah Fathul Hidayah

Perjuangan dakwah Majelis Fathul Hidayah di pedesaan wilayah Kelurahan Waru, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Indonesia saat ini tengah menuju perkembangan yang cukup baik. Jika dahulu, kajian hanya sebatas kesadaran jamaah yang aktif di mushola, sekarang system pembelajaran sudah diresmikan melalui Madrasah Diniyah dan TPQ. Madarah Diniyah (MADIN) Fathul Hidayah telah terdaftar per Desember 2011 pada Kementerian Agama Republik Indonesia Kabupaten Karanganyar. Dengan segenap sumber daya yang ada dan nol pendanaan tetap, lembaga ini berjalan sangat menjanjikan dengan kehadiran puluhan santri dan murid baru.

Program-program kerja yang sangat efektif dan efisien telah dirancang sedemikian rupa sehingga pendidikan agama di Madrasah Diniyah ini berlangsung sesuai tatanan dan aturan yang telah ditetapkan. Menurut data pasca Mid Semester Ganjil 2012, jumlah santri mencapai 60 anak yang terbagi ke dalam 3 tingkat. Tingkat 1 adalah santri usia TK hingga kelas 3 Sekolah Dasar. Tingkat 2 adalah kelas 4 hingga kelas 6 SD. Dan tingkat 3 adalah usia SMP dan SMA.  Jumlah pengajar yang tergabung dalam Dewan Pengajar Madin adalah 8 orang yang kebanyakan sedang menjalani kuliah, baik di Universitas Sebelas Maret maupun Institut Agama Islam Negeri Surakarta.

Madrasah Diniyah dikepalai oleh Ustadzah Heni Setianingsih. Dan untuk pengurus selengkapnya bisa di lihat di subtab ‘organisasi’ pada halaman Profil Majelis.

Madrasah Diniyah Fathul Hidayah secara struktural berada di bawah Yayasan Pendidikan Agama Islam Fathul Hidayah (Yayasan Fathul Hidayah). Yayasan ini membawahi Majelis Fathul Hidayah yang merupakan majelis keagamaan terbesar di wilayah ini, Majlis Ta’lim Ahbaabun Nabi (Profil akan dibahas menyusul), Majlis Pengajian Ibu-Ibu Maratus Sholiha (Profil akan dibahas menyusul), Hadrah Klasik Ahbaabun Nabi  (Profil akan dibahas menyusul), Mushola Fathul Hidayah (Profil akan dibahas menyusul),  dan Madrasah Diniyah Fathul Hidayah (TPQ Fathul Hidayah).

Dengan antusiasnya para pencari ilmu ini, ada satu kendala yang kadang terasa berat untuk diungkapkan. Yakni adalah masalah pembiayaan Madin. Sudah dari awalnya, bahwa gerakan Madin mulai tahun 2012 diusung tanpa biaya sepeserpun dari donatur umum, melainkan sekedar iuran sukarela para Dewan Pengajar dan Pengurus Pusat Majelis Fathul Hidayah. Hanya bermodalkan semangat untuk memperjuangkan pendidikan agama Islam yang baik di lingkungan dan wilayah Majelis Fathul Hidayah, para pengurus sepakat untuk bergerak secara mandiri.

Bahkan, setiap santri tidak dipungut biaya sama sekali. Untuk kegiatan tasyukuran, Mid Semester, Pengadaan Buku dan Alat Tulis Kantor, Pengadaan Peralatan Bejalar semua berasal dari biaya sendiri (iuran sukarela para dewan pengajar yang rata-rata masih duduk di bangku perkuliahan). Mungkin hanya buku yang materi yang dibagikan kepada santri yang sebagian biayanya ditanggung wali santri. Itupun dengan kesepakatan bahwa biaya pembantuan dari wali santri maksimal 30 % dari total harga barang.

Satu lagi yang paling mencuri perhatian adalah kegiatan belajar  mengajar yang sampai saat ini dilaksanakan di Mushola Fathul Hidayah. Meskipun mungil, namun mushola yang telah direnovasi sebanyak 3 kali ini masih bisa digunakan untuk kegiatan Madin. Mencuri perhatian karena memang mushola tidak cukup untuk menggelar kegiatan belajar mengajar secara serentak. Sehingga satu tingkat harus belajar di luar mushola. Dan Alhamdulillah, seorang warga yang rumahnya persis di depan mushola, bersedia digunakan untuk kegiatan belajar mengajar ini. Sehingga madin bisa dilaksanakan secara serentak pada sore hari dengan rincian untuk Tingkat 3, berada di dalam mushola, Tingkat 1 di serambi mushola dan tingkat 2 di dalam ruang tamu rumah warga.

Sekedar informasi bagi Antum para pengamal sholih, Antum bisa membantu kelancaran mereka dalam menyelenggarakan pendidikan ini dengan menyalurkan bantuan berupa apa saja yang berguna dan bermanfaat. Dana (uang tunai), buku pelajaran, peralatan belajar, ATK, dan lain-lain termasuk yang paling utama adalah gedung belajar.

Semoga perjuangan ini tidak sia-sia di kemudian hari dan selalu mendapatkan petunjuk terbaik dari Allah SWT serta keberkahan, perlindungan, kekuatan dan kelancaran dalam kegiatan belajar mengajar di Madrasah Diniyah Fathul Hidayah. Dan semoga cita-cita mulia segenap Pengurus Madin untuk mengembangkan Madin melalui pengadaan gedung belajar sendiri tanpa ‘numpang’ lagi dapat terlaksana, meskipun cukup berat. Amin.

KUMPULAN FOTO KEGIATAN MADIN FATHUL HIDAYAH BISA DILIHAT :

Album 1

Album 2

About these ads

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s