Review : Majelis Go To “PUNCAK”

Malam Ahad, 25 Januari 2009 temen2 dari jama’ah Majelis Fathul Hidayah bergegas mengadakan do’a dan dzikir bersama untuk persiapan perjalanan jauh menuju puncak dalam rangka ziarah kubur waliyullah Raden Umar Sa’id, Kanjeng Raden Syahid, dan Kanjeng Raden Sultan Shah Alam Akbar al Fattah. Ba’da Isya’ malam itu Musholla penuh sesak hiruk pikuk rombongan. Yah, karena disamping acara itu adalah pembacaan Sholawat Burdah, malam itu guru besar Majelis ikut hadir dan mimpin langsung acara yang sebenernya merupakan kegiatan rutin majelis. Semua siap dalam khidmat menyambut pembacaan maulidul burdah dan mahalul qiyam yang diimami oleh sesepuh dan pembina majelis.


Yaa Nabii salam ‘alaik, yaa Rasul salam ‘alaik, yaa Habib salam ‘alaik, Sholawatullahi ‘alaik…

Maulaa yaa sholli wassalim da iman ‘abadaa… ‘Alal habibika khoiri kholqi kullihimi…


Pukul 10 malam do’a penutup dibacakan oleh mursyid majelis. Dan malam itu juga peking2 menuju puncak sudah selesai. Tiga mobil memberangkatkan kurang lebih 50 orang tepat pukul sebelas malam. Perjalanan itu akhirnya sampai di tujuan lereng Gunung Muria waktu fajar. Rombongan menuju masjid untuk melakukan ibadah Shubuh berjama’ah. Setelah already, rombongan berangkat menuju makam Sunan Muria. Satu jam perjalanan ke puncak yang melelahkan ditutup dengan udara sejuk nan segar di atas Gunung. Selesai ziarah, rombongan menuju puncak menghadiri makam Syeh Hasan Syadzili dan mengunjungi tempat air tiga rasa. Waduh, ternyata ada lho air sendang yang rasanya bermacam-macam. Tak mau ketinggalan di tengah keramaian pengunjung yang kebetulan adalah para takziyah minggu terakhir bulan assyura, rombongan berbondong-bondong ikut merasakan dan mengambil untuk dibawa pulang beberapa liter air barokah itu. Pukul sebelas siang rombongan akhirnya menyudahi petualangannya di puncak gunung. Sebelum menuju basecamp, rombongan menyempatkan mampir ke tempat wisata Air Terjun. Suasana siang itu cukup ramai, karena disamping hari minggu, para peziarah assyura juga bertumpah ruah di situ. Air yang segar mengiasi rona pepohonan rindang dan hijau. Potret pegunungan yang sangat jarang ditemui di kota-kota besar.


Perjalanan siang itu berlanjut ke Kadilangu berziarah ke makam Sunan Kalijaga dan berlanjut ke Sultan Fattah dan beristirahat di Mesjid Agung Demak. Hingga senja, istirahat dan shopping di seputaran alun-alun Keraton Demak Bintoro itu terus menyita waktu rombongan. Maghriban dan makan malam di sana akhirnya menjadi penutup kunjungan perdana di tahun 1430 h. Koleksi foto-foto dokumentasi ziarah wali sanga 2009 ini bisa dilihat di sini (klik aja).


Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s