NU-Muhammadiyah Tolak Golput Haram

Banyuwangi, NU Online
Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dan Banyuwangi yang mengharamkan golongan putih (Golput) dalam pemilu tidak diamini jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi. Kedua ormas Islam terbesar di Bumi Blambangan itu menilai bahwa pemilu adalah hak politik warga.

Wakil Ketua PCNU Banyuwangi KH Ali Maki Zaini mengaku tidak sepakat dengan MUI yang mengharamkan golput. Sebab dalam pandangan PCNU, pemilu adalah sarana untuk memilih pemimpin.

“Jadi, tidak ada alasan untuk mengintervensi warga agar menggunakan hak pilihnya maupun tidak. Menurut Imam Al Ghazali, hukumnya adalah fadlu kifayah,” Ali Makki.

Maki mengimbau semua pihak terkait termasuk MUI Banyuwangi, sebaiknya lebih menekankan kriteria caleg daripada memberikan fatwa golput haram kepada masyarakat. Sebab dengan memberikan rambu-rambu tentang kriteria caleg tersebut, masyarakat diajak lebih jeli dalam menilai dan memilih pemimpinnya yang akan duduk di kursi legislatif. Misalnya, MUI menyarankan memilih caleg yang bisa dipercaya dan tidak suka menghujat sesama caleg.

“Lebih bagus jika MUI mengajak masyarakat ikut pemilu dengan cara memahamkan bahwa hal itu adalah ibadah fardlu kifayah yang dikerjakan dapat pahala. Daripada mengeluarkan fatwa haram,” sarannya. (JP)

6 thoughts on “NU-Muhammadiyah Tolak Golput Haram

  1. Evi Ariyani S November 17, 2014 / 10:32 am

    Assalamu’alaikum gus ali . Selamat ya , sekarang udah jadi kyai kondang
    Semoga menjadi berkah untuk umat

  2. Fathur Rohman (@TurtleKumbang) Desember 20, 2011 / 10:44 am

    MUI itu sendiri di zaman Nabi Ketua dan sekretarisnya siapa ya..???? numpang tanya aja kok… sedikit2 haram..sedikit sedikit haram… maunya nyaingi Nabi barangkali ya..????

  3. sape'i Februari 13, 2009 / 12:34 am

    waah, yang penting mah, ane golput, ane milih yg tambah kaya jg yg dipillih, bukan yg milih. Yg milih mah tetep aje susah nyari bahan bakar. Di sini langka gak di perhatiin..

  4. ABDULHAQ Februari 12, 2009 / 1:23 pm

    MUI itu nggak ada kerjaan selain bikin fatwa. Mestinya bikin fatwa yang jelas dan tegas terhadap Ahmadiyah. Lama2 nanti MUI itu malah bisa berubah jadi lembaga pembuat bid’ah, yang tak pernah dilakukan pada jaman Rasulullah malah dilakukan jaman ini. Cukuplah apa yang sudah diharamkan oleh Qur’an dan Hadits. Memangnya MUI itu mau menjadi lembaga otoritas dalam hal agama Islam ?

    SAYA KIRA YG KURANG KERJAAN YA YG NULIS DI ATAS ITU LHO. LEBIH PASNYA KURANG KERJAAN DAN BLAS GAK PAHAM MASALAH. COBALAH BUKA PIKIRAN ENTE, LIHATLAH MASALAH DARI BERBAGAI SUDUT PANDANG DAN DAMPAKNYA.OKELAH ITU ADALAH SIKAP ORG YG SKEPTIS/PUTUS ASA (HAYOO PUTUS ASA ITU G BOLEH LHO MAS), KALOPUN MNRT ENTE GA ADA YG BAIK ALIAS ELEK KABEH PASTILAH ADA 1 YG ELEKNYA PALING DIKIT. SKRG COBA BAYANGKAN KALO GOLPUT SEMUA YG BAKAL JD PEMIMPIN QT SIAPA HAYOO? QT MESTI BERPARTISIPASI DOOOG!

  5. koranindependen Februari 9, 2009 / 5:57 pm

    MUI itu nggak ada kerjaan selain bikin fatwa. Mestinya bikin fatwa yang jelas dan tegas terhadap Ahmadiyah. Lama2 nanti MUI itu malah bisa berubah jadi lembaga pembuat bid’ah, yang tak pernah dilakukan pada jaman Rasulullah malah dilakukan jaman ini. Cukuplah apa yang sudah diharamkan oleh Qur’an dan Hadits. Memangnya MUI itu mau menjadi lembaga otoritas dalam hal agama Islam ?

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s