RENOVASI MUSHOLLA FATHUL HIDAYAH

Copy of sedekah I. PENDAHULUAN
Misi utama yang diemban oleh Nabi  Muhammad SAW. Adalah membangun manusia yang berakhlak mulia sesuai dengan risalah beliau dan agama Islam sebagai “rahmatan lil ‘alamin”

Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, beliau segera meletakkan dasar-dasar masyarakat Islam. Yang pertama adalah mendirikan masjid untuk tempat berkumpul dan bertemu disamping untuk beribadah kepada Allah. Di masjid dapat pula dipakai tempat untuk mengadili perkara, jual beli dan lain-lain. Masjid berperan besar mempersatukan umat yang terdiri dari berbagai suku.

Hal ini sangat penting untuk disadari dan dihayati oleh setiap pribadi muslim dan umat islam sehingga mampu berperan secara kreatif dan kontributif dalam proses globalisasi dunia menuju peradaban global. Lebih-lebih bagi umat islam yang hidup di Kelurahan Waru yang mengalami proses pembauran sosial-budaya dalam lingkungan masyarakat yang plural dengan berbagai latar belakang sosial.

Pembauran sosial-budaya dari berbagai unsur masyarakat yang mengandung perbedaan yang mencolok, terutama dalam aspek agama dan budaya, seringkali menimbulkan konflik nilai yang melahirkan orang-orang yang hidup dalam keterasingan dan mengalami kepribadian yang terpecah dengan berbagai bentuk menifestasinya. Situasi seperti ini juga menimbulkan kesenjangan budaya yang mengancam keharmonisan keluarga.

Untuk mengurangi berbagai ekses dan efek sampingan yang diakibatkan oleh pembauran sosial-budaya yang tidak terelakkan itu, Pengurus Majelis Fathul Hidayah, menyadari perlunya sebuah Sarana Ibadah sebagai wahana dan sarana pembinaan ketahanan mental untuk memelihara keimanan dan kepribadian ummat Islam umumnya, para santri dan santriwati khususnya. Sarana Ibadah  yang tepat itu adalah sebuah Musholla memadai yang diharapkan memiliki multifungsi, tidak hanya sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai wahana pendidikan, sosial dan budaya untuk memelihara nilai-nilai ke-Islaman. Dengan demikian diharapkan masyarakat Islam di Kelurahan Waru tersebut tidak larut begitu saja dalam proses pembauran sosial-budaya yang tidak terarah.

II. DASAR RELIGIUS
Membangun Masjid atau Musholla termasuk perintah agama, Rosulullah SAW menganjurkan ummatnya untuk membangun Masjid dimana mereka berada. Rosulullah bersabda dalam hadisnya “barang siapa membangun Masjid di dunia, maka Allah akan membangunkan sebuah istana di surga”. Dari hadist ini dapat dipahami bahwa membangun masjid itu bukan sekedar memelihara dan melestarikan warisan, melainkan juga merupakan perintah baik dari Allah maupun dari Rosulnya. Dalam Al-Qur’an diisyaratkan betapa pentingnya sebuah Masjid sebagai ajang berfastabiqul khairaat (berlomba-lomba dalam kebaikan).

Firman Allah :
“Hanyalah orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid Alllah adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, serta tetap mendirikan Shalat, mengeluarkan Zakat dan tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah. Mereka itulah orang-orang yang diharapkan untuk menjadi orang-orang yang mendapat petunjuk.” (At Taubat :18).

Allah juga berfirman : “maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunannya ditepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia kedalam neraka jahannam? Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang Dzalim” (At-Taubat : 109).

Rasulullah SAW mengingatkan kita bahwa sebaik-baiknya shalat ialah yang dikerjakan dirumah kecuali shalat fardu. Shalat fardu lebih utama dikerjakan di Masjid atau Musholla secara berjemaah. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya Masjid atau Musholla sebagai sarana ibadah. Orang-orang yang terikat hatinya dengan Masjid termasuk golongan yang akan mendapatkan perlindungan Allah dihari kiamat., demikian dijelaskan Nabi Muhammad SAW dalam salah satu sabdanya. Pembangunan Masjid termasuk salah satu amal jariah yang akan mengalirkan pahala terus menerus bagi orang-orang yang membangunnya. Karena hal ini termasuk salah satu dari tiga amal yang dinyatakan oleh Rasulullah SAW:
“Apabila anak Adam (manusia) meninggal dunia, maka putuslah segala amal perbuatannya kecuali tiga perkara, yaitu: sadaqah jariah, ilmu yang bermanfa’at dan anak yang shaleh yang mendoakan orang tuanya.” (HR. Muslim).

Bagi mereka yang membangun Masjid/Musholla atau menginfaqkan hartanya untuk pembangunan Masjid termasuk dalam kategori firman Allah: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipat-gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui“ (Al-Baqarah:261).

III. DASAR PEMIKIRAN
Kelurahan Waru terletak di kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar Propinsi Jawa Tengah. Di kelurahan ini terdapat beberapa perumahan yang masih berkembang terus proses pembangunannya, sehingga terjadi proses pembauran sosial-budaya antara penduduk asli (penduduk berdomisili sudah lama) dengan masyarakat pendatang yang berada di perumahan. Penduduk di sekitar lokasi pembangunan Musholla “Fathul Hidayah” mayoritas muslim yang mencapai 99%, dan sampai saat ini kegiatan pendidikan keagamaan di kelurahan tersebut masih kurang terkondisi dengan baik karena belum memadainya sarana ibadah berupa Musholla yang sekaligus berfungsi sebagai tempat kegiatan belajar mengajar. Kegiatan keagamaan berupa pengajian rutin dan shalat taraweh bersama serta peringatan hari-hari besar Islam selama ini sudah berjalan dengan memanfaatkan Masjid atau musholla, sedangkan pengajian rutin dan sholawatan dilaksanakan di rumah warga secara bergiliran. Ustadz  merasa sangat membutuhkan keberadaan Musholla memadai sebagai sentral kegiatan keagamaan dan sosial, dilingkungan Majelis Fathul Hidayah.

Didasarkan atas landasan pemikiran dan kesadaran di atas itulah muncul tekad dari pengurus Majelis Fathul Hidayah dan dukungan kaum muslimin di Kelurahan Waru untuk merenovasi Musholla yang tidak hanya mampu menampung kebutuhan spritual dan sosial ummat Islam, akan tetapi juga cukup representatif untuk menampilkan wajah kultural ummat Islam, serta menjadi sarana belajar yang kondusif.

IV. TUJUAN
Pembangunan Renovasi Musholla Fathul Hidayah bertujuan untuk :
1. Menjadikan Musholla sebagai pusat kegiatan tahfizul qur’an dan ibadah ummat Islam.
2. Sebagai sarana yang representatif, untuk membentuk sumberdaya manusia yang berkualitas, beriman dan bertaqwa serta berbudi pekerti luhur, sehingga berguna dan berbakti kepada masyarakat, agama dan bangsanya.
3. Sebagai salah satu media untuk memperkuat tali silaturrahmi dan ukhuwah Islamiyah antar warga muslim di Kelurahan Waru dan sekitarnya

4. Sebagai salah satu sarana berda’wah, dan sebagai tempat kegiatan yang menunjang pembinaan Masyarakat Islam di Kelurahan Waru dan sekitarnya.

V. LOKASI PEMBANGUNAN

Musholla Fathul Hidayah yang akan direnovasi berlokasi Jengglong, RT6/XII Waru, Kebakkramat, Karanganyar, Jawa Tengah

VI. ANGGARAN BIAYA

Jumlah biaya yang diperlukan untuk Renovasi Musholla diperkirakan sebesar Rp. 56.000.000,- (Lima Puluh Enam Juta Rupiah). Dana pembangunan Musholla akan dikumpulkan melalui, sumbangan orang tua / wali santri dan santriwati, swadaya kaum muslimin di Kelurahan Waru dan sumbangan dari donator. Dengan niat yang ikhlas dan sungguh-sungguh serta semangat yang tinggi, diharapkan dana dan bahan bangunan akan terkumpul secara bertahap, sehingga pada pertengahan  Oktober tahun 2009 pembangunan renovasi dapat dimulai.

VII. PENUTUP

Demikian proposal ini kami buat sebagai bentuk informasi yang dapat kami sampaikan, dengan tangan terbuka dan penuh tanggungjawab kami akan menerima dan memanfaatkan segala bentuk sumbangan dari para dermawan dan kaum muslimin baik berupa uang maupun bahan bangunan untuk kepentingan pembangunan Musholla “Fathul Hidayah”. Semoga partisipasi dan sumbangan para donatur dicatat sebagai amal jariyah di sisi Allah. Amin.

Jengglong Waru, I Oktober 2009

Ketua          : Suwardjo

Sekretaris   : Fajar Gilang.
Bendahara  : Kuwat

Bantuan dapat dikirim/diserahkan langsung kepada panitia dengan alamat di Jengglong, Waru, Kec. Kebakkramat, Kab. Karanganyar.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s