Muktamar NU Diundur 22 Maret

Jakarta, NU Online
Muktamar ke-32 Nahdlatul Ulama (NU) di Makassar yang rencananya diadakan pada 25 – 30 Januari 2009 diundur selama sekitar dua bulan. Rapat panitia memutuskan muktamar akan diadakan pada 22 – 27 Maret 2009.

Ketua Panitia Muktamar KH Hafidz Utsman yang memimpin rapat panitia di kantor PBNU Jakarta, Rabu (4/11) menyatakan, penundaan ini merupakan usulan dari panitia daerah di Makssar. Rapat ini dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh dan pengurus harian lengkap syuriah dan tanfidziyah PBNU, serta perwakilan dari Makassar Prof Dr KH Muis Al-Kabri.Berdasarkan laporan masyarakat setempat serta didukung data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada bulan Januari hingga Februari mendatang diperkirakan Makassar akan mengalami musim hujan lebat dan akan mengganggu jalannya muktamar, terutama terkait persoalan transportasi udara dan darat.

”Menurut panitia daerah, pada bulan Maret itu diperkirakan hujan sudah agak reda. Kita tetapkan Muktamar diadakan pada 22 Maret sampai 27 Maret,” kata Kiai Hafidz yang memimpin rapat.

Ditambahkan, beberapa hal teknis seperti pergantian tanggal dalam logo dan stempel, serta sosialisasi ke daerah-daerah terkait pengunduran ini akan segera diselesaikan.

Selain membahas waktu muktamar, rapat juga membahas persiapan materi yang akan dibahas dalam muktamar. Sekretaris Panitia Muktamar H Taufiq R. Abdillah melaporkan, hampir semua komisi sudah menyelesaikan materi muktamar.

Rapat panitia muktamar ini tidak dihadiri Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi karena sedang berada di Thailand. (nam)

Pak Hasyim Terkejut Muktamar Diundur

Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A. Hasyim Muzadi mengaku terkejut dengan hasil keputusan rapat pleno PBNU tentang pengunduran jadwal muktamar di Makassar. Rencana awal muktamar akan diadakan pada 25 – 30 Januari 2009 namun diundur pada 22 – 27 Maret 2009.

”Hah.. Saya baru tahu kalu ada penundaan begitu,” katanya melalui saluran telepon seluler, Rabu (4/11), saat NU Online menanyakan soal pengunduran ini. Hasyim sendiri sedang menghadiri undangan tokoh agama di Thailand.

Namun, menurut Hasyim, keputusan teknis pelaksanaan muktamar telah diserahkan kepada panitia muktamar yang merupakan unsur PBNU.

”Saya sih mengikuti keputusan panitia saja, bagaimana baiknya. Kalau panitia memutuskan diundur karena dianggap lebih baik mundur ya saya ikut saja,” kata pengasuh pesantren Al-Hikam ini.

Seperti diwartakan sebelumnya, Ketua Panitia Muktamar KH Hafidz Utsman yang memimpin rapat panitia di kantor PBNU Jakarta, Rabu (4/11) menyatakan, muktamar ditunda atas usulan dari panitia daerah di Makssar.

Berdasarkan laporan masyarakat setempat serta didukung data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada bulan Januari hingga Februari mendatang diperkirakan Makassar akan mengalami musim hujan lebat dan akan mengganggu jalannya muktamar, terutama terkait persoalan transportasi udara dan darat.

Rapat ini dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh dan pengurus harian lengkap syuriah dan tanfidziyah PBNU, serta perwakilan dari Makassar Prof Dr KH Muis Al-Kabri. (nam)

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s