“Ora Usah Melu Macam-macam”

Ada suatu daerah di Jawa Tengah yang mayoritas berkultur nahdliyin (NU). Penduduk setempat sehari-sehari mengamalkan amaliah NU seperti tahlilan, qunut, wirid dan lain-lain. Aktivitas organisasi NU dan banom-banom-nya pun tumbuh subur termasuk banom pelajarnya, IPNU (Ikatan Pelajar NU).Alkisah, di daerah tersebut, ada satu keluarga yang baru saja kehilangan sang ayah. Sebelum meninggal, si ayah tersebut berpesan kepada istrinya agar menjaga Nanang (bukan nama sebenarnya) putra semata wayangnya yang baru duduk di kelas X madrasah aliyah agar tetap berpegang pada ajaran Islam ahlussunnah wal jamaah dan tidak terpengaruh teman-temannya dari kota yang sering mengajaknya ikut pengajian sel tertutup seperti yang seringkali dipraktekkan kaum muda Islam di perkotaan. Intinya, sang ayah berpesan agar putranya tersebut dapat mengikuti jejaknya menjadi aktivis NU dengan bergabung ke IPNU.

Menjelang tahun ajaran berakhir, tiba-tiba Nanang bertanya pada ibunya, ”Bu, aku mau naik ke kelas XI Aliyah, tapi aku bingung dengan pilihanku, masuk IPA atau IPS ya?”.

Sang ibu pun menjawab, ”Ora usah bingung-bingung le, ingat pesan bapakmu dulu, ora usah melu (ikut) macam-macam, IPA atau IPS, melu IPNU aja le”, tandas sang Ibu. Lho?? (Alf)

HUMOR GUSMUS (gusmus.net)

2 thoughts on ““Ora Usah Melu Macam-macam”

  1. Sapto Margono Soewito Juni 13, 2011 / 9:02 am

    Assalamulaikum wr. Wb.
    Shalawat and salam bagi baginda Rasulullah SAW serta Kaluwarganya dan para Sohabatnya, setiaya yang selalu menguandangkan kalimat Tauhid saya hanya numpang lewat saja. untuk emberikan sedikit komentar mengenai tulisan, Ora usah Melu Macam-macam , tur ono sambungane “Ben ora dadi Bingung lan Bingungke Ummat”, kalau menurut saya makna “Berakal dan Bermatahati”, yakni akal adalah dasarnya hardwarenya “otak” yang lebih condong pada Kecerdasan, kepinteran, kepandaian yang intinya adalah “ILMU, Penegtahuan, TAHU. sedang kata “Matahati”, Inti Hardwarenya adalah “HATI”, yang lebih mengarahkan kepada Kebenaran dan Kesalahan yang dalam ahkikatnya tidak bisa dipecahkan dengan “akal” atau ha-hal “GHAIB, hal-hal yang diluar jangkauan AKAL Karena adanya Hanya Karena “ALLAH SEMATA”, jadi untuk melatih dan dan menggunkan akal(OTAK) maka perlu dilatih dengan bermain angka, bermain kata-kata yaitu “Sekolah”, jadi alam kehidupan kita bisa melihat apakah seseorang itu Cerdas,Pinter, Pandai dengan kriteria penilai tingkat pendidikan, karena sesungguhnya orng bijak itu pasti memiliki AKAL yang “sehat, yang bersih, akal yang murni,maka apabila seseorang telah memiliki kedua ilmu yaitu Ilu Akhirat(AGAMA) dan Ilmu DUnia(Matematika, Kimia, Fisika, Elerktronika) maka orag ni adalah telah lulus dalam mengolah akal dan matahati dan Insya Allahmanusia yang demikian ini adala golongan “TOYIBAH MANSURO” YAITU “MANUSIA YANG BERIAN DAN BERAKLHAK MULIA” aap yang diucapkan oleh mereka adalah perkataan Allah karena mereka mengatakan Berdasarkan “Qu’ran dan Sunnah” bukan dari kepinterannya pribadi karena mereka selalu merasa bodoh, merasa miskin, merasa hampa, karena semua ini hanya jatuh pada “La Haula Wala Kuwata Ila bilahil aliyul adhim” mereka hanya bekerja atas Nama Allah semata maka mereka tindakan yang tidak diperintahkan bukan yang dilarang.
    demikian sedikit info tentang “PENDIDIKAN DI SEKOLAH”, karen “tuntutah Ilu dari Buaian sampai liang lahat” makadsunya ilmu dunia dan ilmu akhirat, ilmu dunia unuk kemaslahatan Ummat, (Hablulminanas)sedang ilmu akhirat adalah Untuk kemasalah DIA pribadi dengan keluarganya diakhirat (Hablul Minallah). Pinter tapi tetap dijalan ALLAH yakni menegakkan Agama ALLAH (ISLAM), maka inilah Anak-anak yang “Sholeh-sholehah”, Bagi Keluarganya, ssekelilingnya, Bangsa dan Negara dan ALamin bagi sekalian Alam. Jadi Surga sanyat erindukan Hamba yang Berakal dan Bermatahati maksudnya Hamba-NYA yang Berilmu (Dunia dan AKhirat) serta Beriman (ALLAH Semata)”tanpa meninggalkan KETETAPAN, KONSTANTA, TETAP YAITU “QUR’AN DAN SUNNAH”, akhirulkalam Saya salut dengan cerita diatas mencermian Istiqom, Taatnya anak kepada orang tua itu adalah Kunci “Pintu Surga”itulah “Hajar Aswat menuju Kasuewagan” karena dari sanalah kita berasal dan dari sanapula kembalinya kita apabila lulus dari Ujian yaitu “Perintah dan Larangan”
    Sekian tulisan saya apabila ada kebenaran dalam tulisan ini Kembalikan kepada yang Paling benar dan Yang punya KEBENARAN yaitu ALAH SEMATA, namun apabia ada kekilafan saya kembaikan kepada saya pribadi semoa bermanfaat bagi kita unuk menuju Tujuan hidup yang sesungguhnya.
    Wasalam
    Sapto MS

    • kang ali September 17, 2012 / 11:56 pm

      opo to kang kang, ora dong blas, bahasamu keduwuren, lek iso ojo copy paste to

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s