Ketua PWNU DKI: Da’i NU Perlu Rambah FB dan Twitter

Jakarta, NU Online

Ketua Pengurus WIlayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta Djan Faridz menyarankan agar para Da’i Nahdlatul Ulama lebih kreatif dalam mengemas dan menyampaikan pesan dakwahnya menjadi lebih modern. Kreativitas dalam mengemas dakwah itu penting agar syiar Islam dapat diterima publik dengan baik.

“Para da’i NU perlu mengikuti perkembangan. Ini jaman modern, teknologi informasi berkembang pesat. Kalau kita tidak menyesuaikandiri dengan perkembangan zaman akan ketinggalan,” kata Djan Faridz saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Kader Da’i Nahdlatul Ulama di Gedung PBNU Jl. Kramat Raya Jakarta Pusat, Sabtu (13/8).

Djan mengatakan, saat ini banyak anak muda yang kesehariannya bersinggungan dengan dunia maya. Setiap saat mereka terkoneksi dengan internet, membuka facebook (FB), twitter, dan situs jejaring sosial. Fenomena seperti itu juga harus diikuti oleh ustadz dan da’i penyampai pesan keagamaan. ”Jadi, menyampaikan dakwah itu tidak lagi hanya dengan pola-pola yang konvensional. Para da’i juga harus memanfaatkan situs jejaring sosial seperti FB dan twitter sebagai media penyampaipesan dakwah,” tandasnya.

Selain mengubah kemasan dakwah, Djan Faridz juga menyarankan agar para da’i memiliki kemandirian ekonomi. Da’i tidak hanya dituntut memiliki kemampuan pemahaman keagamaan yang mendalam, tetapi bila perlu memiliki unit usaha yang berkembang dan bisa mendukung kegiatan dakwah.

”Jaman dulu saja, para wali juga merangkap sebagai pedagang. Pedagang juga merangkap sebagai penyampai pesan dakwah. Apalagi sekarang di era yang sudah modern. Jiwa kewirausahaan harus dimiliki oleh ustadz dan da’i Nahdlatul Ulama,” jelas Djan Faridz.

Lebih lanjut dikatakan, PWNU DKI Jakarta saat ini sedang mengupayakan ada pemberdayaan ekonomi warga NU. Pria yang juga anggota DPD RI ini berencana mendukung pengusaha kecil NU. Pengusaha yang mempunyai warung akan difasilitasi pinjaman modal dari BRI. Warung2 warga NU akan dijadikan semacam toko serba ada, tapi lebih kecil.

“Namanya warungnye orang NU. Kalau ini jalan, aka nada sinergi antara penguatan ekonomi dengan penguatan dakwah ke-Islam-an,” terang Djan.

 

Redaktur : Syaifullah Amin http://www.nu.or.id/

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s