Tradisi Lebaran Megibung di Bali

Hingga kini Megibung menjadi tradisi makan bersama yang unik di Karangasem yang tetap mempertahankan semangat kebersamaan. Bukan hanya antar-umat Islam, tapi juga antar-warga.

Umat muslim di Karangasem Bali, sebagaimana di daerah-daerah lain di Indonesia, merayakan Lebaran dengan penuh kebahagiaan dan rasa kebersamaan yang tinggi. Menurut penuturan Ahmadi dari Kecicang, usai shalat ‘Id, para ibu dan remaja putri membawa makanan, kue-kue, dan buah-buahan ke masjid. Seperti lawar, sate lilit, komoh.

Kemudian mereka menggelar acara Megibung dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT. Dilanjutkan dengan acara bebas, seperti halal bihalal, mengunjungi atau berkeliling ke rumah tetangga, bersilaturahim ke rumah sanak saudara, dan sebagainya, kegitan yang biasanya dilakukan umat muslim saat berlebaran.

Megibung adalah tradisi makan bersama yang dipopulerkan oleh Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem ketika laskar Karangasem beristirahat setelah peperangan di Lombok. Pada saat itu, Megibung penuh dengan aturan dan disiplin ketat yang mengarah kepada semangat kebersamaan.

Hingga kini Megibung menjadi tradisi makan bersama yang unik di Karangasem yang tetap mempertahankan semangat kebersamaan. Bukan hanya antar-umat Islam, tapi juga antar-warga.

Pada kenyataanya, Megibung memang perayaan adat asli Bali. Maka bukan hanya umat Islam yang menggelarnya, tapi juga terlebih umat Hindu.

Selain itu, menurut penuturan Muda Wijaya, sebagian besar umat Islam di Kecicang, sebagaimana umat Islam di daerah-daerah lain di Indonesia, juga tetap memegang teguh tradisi ziarah ke kuburan leluhur. Ada sebuah makam kuno di Tohpati, Budakeling, Kecamatan Bebandem, yang sering diziarahi umat Islam dari Kecicang dan sekitarnya saat Hari Raya Lebaran, yakni makam Tuan Guru Balok Sakti. “Banyak yang meyakini, itu makam leluhur umat muslim di Kecicang,” ujar Muda Wijaya.

http://majalah-alkisah.com

One thought on “Tradisi Lebaran Megibung di Bali

  1. aze Oktober 22, 2011 / 8:53 am

    alhamdulillah…. tradisi itu menunjukkan betapa pentingnya myama braya or toleransi kepada siapapun

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s