Ketua PBNU Mengkampanyekan Islam Damai di Jerman

Banyak yang bisa disampaikan NU untuk perdamaian dunia.

Momentum peringatan Tragedi 11 September dimanfaatkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), K.H. Said Aqil Siradj, untuk mengampanyekan Islam damai di Jerman, Senin (12/09).

Pria yang juga koordinator nasional Gerakan Deradikalisasi Agama di Indonesia itu secara khusus mendapatkan undangan untuk menghadiri International Meeting for Peace di Jerman.

Selain menyampaikan presentasi dalam International Meeting for Peace dan lawatannya ke Jerman, Said Aqil juga akan berkeliling ke sejumlah kota di negara itu, di antaranya Munich, Frankfurt, dan Berlin.

Diagendakan, Ketua PBNU juga akan melakukan pertemuan dengan Pengurus Pusat Hanns Seidel Stiftung (organisasi keagamaan) dan pejabat negara Jerman.

Sebelum kembali ke Indonesia, Said Aqil juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke Belgia. “Insya Allah misi saya akan selesai pada 16 September nanti,” katanya seperti dilansir Antara.

Untuk kegiatan di Belgia, Said Aqil diagendakan menggelar pertemuan dengan Istead University untuk membicarakan kerja sama di antara kedua belah pihak. Kedudukan Istead University sangat penting dalam konteks kebijakan Uni Eropa di Asia.

Tokoh agama Indonesia ini yang berangkat ke Jerman didampingi oleh Sekretaris Jendral PBNU, Marsudi Syuhud, juga dijadwalkan akan menggelar pertemuan dengan Parlemen Uni Eropa dan Pusat Komisi Eropa. “Banyak yang bisa disampaikan NU untuk perdamaian,” demikian kata Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Istimewa NU Jerman, Suratno.

Benar. NU, sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, secara historis telah menjalankan peran yang sangat besar bagi perdamaian dunia. Salah satunya, yang sangat fenomenal, adalah perannya yang penuh perjuangan dalam menyelamatkan peninggalan budaya dan agama di Arab Saudi, berupa situs-situs perninggalan Rasulullah SAW dan lain-lain.

Maka, sungguh tepatlah apa yang dilakukan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, yang, insya Allah, tidak hanya mengharumkan nama NU, tapi juga nama negara dan bangsa Indonesia. (majalah alkisah.com)

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s