Review : Tabligh Akbar Majelis Fathul Hidayah 2011 (Foto)

Tabligh Akbar Majelis Fathul Hidayah tahun 2011 telah diselenggarakan pada tanggal 26 Juli 2011 lalu. Banyak hal-hal yang luar biasa yang baru terjadi pada gelaran tahunan ini. Yang paling utama adalah membludaknya jamaah sampai ke jalan utama dan halaman-halaman rumah di perkampungan sekitar komplek Majelis Fathul Hidayah di Ds. Jengglong, Kel. Waru, Kec. Kebakkramat, Kab. Karanganyar Jawa Tengah. Diperkirakan sekitar 10.000 jamaah hadir dari berbagai penjuru daerah di Jawa Tengah.

Di samping itu, pada tahun 2011 inilah, pengajian Akbar Majelis Fathul Hidayah mendapat sponsor yang menyebabkan panitia tidak kekurangan dana seperti pada gelaran sebelumnya. Panitia mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur utama, sponsor utama dan tenaga ahli utama yang telah mengeluarkan sebagian rizki maupun tenaga dan telah membantu pelaksanaan tabligh. Para donatur diantaranya Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar, Pejabat Daerah Kabupaten Karanganyar dan Kelurahan Waru. Para sponsor diantaranya PT XL Axiata (Provider Seluler XL), Radio Alhidayah FM Solo, dan Harian Solopos. Para tenaga ahli diantaranya Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Karanganyar, Relawan Al Hidayah Solo, Karangtaruna Kuncup Melati Jengglong berikut Security Dusun Jengglong, Serta Tim Keamanan Utama dari Polsek dan Polres Karanganyar.

Baca lebih lanjut

Iklan

Profil Singkat : MAYADA

Sosok akhwat ini kerap muncul di layar kaca dengan melantunkan lagu-lagu shalawat. Akhwat tersebut biasa disapa Maya, 16 tahun, yang nama aslinya adalah Umi Mayada. Namanya meroket sejak ia mengeluarkan album Cahaya Rasul 1 pada tahun 1999, kumpulan shalawat yang di masa silam dinyanyikan oleh Ummu Kultsum, penyanyi legendaris Mesir.
Sejak kecil, anak sulung pasangan H. Adnan Ya’qub Limbong dan Hj. Sunarti Yusuf itu sudah belajar mengaji. Maklum, orangtuanya adalah juara qari dan qariah tingkat nasional. Ayahnya, juara MTQ TVRI/RRI 1986,sementara ibundanya juara MTQ Sulawesi Utara.
Minat Maya dalam berqiraah memang sudah tampak sejak kecil. Setiap kali ada tayangan qiraah di televisi, ia langsung duduk bersimpuh lalu menirukan suara qari di layar kaca. Ketika itu orangtuanya mengira anaknya hanya main-main saja. Bahkan terkadang Maya mengigau membaca Al-Quran layaknya seorang qariah.
Baca lebih lanjut