41 Komentar

Peta Organisasi: Tahlilan Dalam Pandangan NU, Muhammadiyah, Hizbut Tahrir (HTI), Majelis Rasulullah, FPI dan Lainnya

Tulisan ini semata-mata untuk memberikan informasi berimbang tentang pandangan organisasi-organisasi Islam terkait kegiatan Tahlilan. Dimana diantara organsasi Islam, tahlilan disetujui namun ada juga yang tidak setuju.
NAHDLATUL ‘ULAMA (NU)

NU atau Nahdlatul ‘Ulama (Kebangkitan Ulama’) sejak awal memang terkenal dengan kegiatan tahlilan-nya. Kegiatan tahlilan menyebarkan bahkan mengakar di lingkungan masyarakat yang tersebar dakwah nahdliyyin, walaupun sebenarnya tahlilan tidak hanya dilakukan oleh warga nahdliyyin namun juga kaum Muslimin lainnya sebab tahlilan sudah ada sejak dahulu bahkan tidak hanya di Indonesia. Tahlilan banyak dibahas dalam buku-buku yang diterbitkan, situs remsinya http://www.nu.or.id, majalah-majalah yang diterbitkan NU dan lain sebagainya juga artikel-artikel yang ditulis oleh Masyayikh NU bahkan santri-santri NU baik senior maupun junior, termasuk juga para simpatisannya. Yang mana intinya tahlilan diterima, dilaksanakan dan dipertahankan dengan baik oleh mereka. Diantaranya bisa di baca disini  atau silahkan dapatkan buku-buku yang mudah dipahami seperti seperti :

  • TAHLIL DAN KENDURI – Tradisi Santri dan Kiayi,
  • Tahlil dalam Perspektif Al-Qur’an dan As-Sunnah,
  • Landasan Amaliyah NU,
  • Mutiara Hujjah – Kupas Tuntas Keshohihan Sholat Tarowih 20 Rakaat, Ziaroh Kubur, Tawassul dan Amal-Amal yang berkaitan dengannya,
  • Ternyata Aku Orang NU – Kupas Tuntas Tradisi dan Amaliyah NU,
  • Menjawab Vonis Bid’ah – Kajian Pesantren, Tradisi & Adat Masyarakat,
  • Bid’ahnya Tuduhan Bid’ah – Telaah Kritis Atas Buku : “Penjelasan Gamblang Seputar Hukum Yasinan, Tahlilan & Selamatan” karya Ustadz Abu Ibrahim Muhammad Ali,
  • Dan lain sebagainya.
MUHAMMADIYAH
Organisasi yang digagas oleh KH. Ahmad Dahlan ini termasuk organisasi yang dikenal sebagai organisasi tidak menyetujui kegiatan tahlilan. Sehingga inilah yang kadang menjadi perdebatan dengan Nahdlatul ‘Ulamaa’, namun pada dasarnya perdebatan terjadi pada tingkat elit dalam bidang keilmuan Islam, sedangkan pada tingkat akar rumput, masyrakat kebanyakan berbaur dalam kegiatan tahlilan walaupun ada juga yang tidak. Berikut diantara pernyataan resmi Muhammadiyah terkait tahlilan dalam sebuah jawaban dari pertanyaan dari Siswo S., Mojokerto, Jawa Timur (disidangkan pada Jum’at, 19 Ramadan 1429 H / 19 September 2008 M)  :
“Masalah tahlilan orang yang meninggal dunia merupakan masalah khilafiyah (terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama). Di kalangan para pendukung gerakan Islam pembaharu (tajdid) yang berorientasi kepada pemurnian ajaran Islam, seperti Muhammadiyah, sepakat memandang tahlilan orang yang meninggal dunia sebagai bid’ah yang harus ditinggalkan karena tidak ada tuntunannya dari Rasulullah. Adapun para pendukung gerakan Islam tradisional maupun gerakan tarekat, cenderung membolehkan dan bahkan menganjurkan tahlilan bagi orang yang meninggal dunia”.
Filenya (softcopy-nya) bisa di download di situs resmi Muhammadiyah (www.muhammadiyah.or.id) atau download DISINI.
FRONT PEMBELA ISLAM (FPI)
Organisasi yang sangat aktif amar ma’ruf nahi mungkar dan di asuh oleh al-Habib Rizieq Syihab bukanlah organisasi yang kontra tahlilan namun organisasi yang selalu mengamalkan tahlilan termasuk juga cabang-cabangnya. Sedangkan berikut sedikit informasi yang mudah diketahui tentang tahlilan FPI.
“Penangkapan 58 anggota FPI termasuk sang Ketua Habib Rizieq Shihab membuat para anggota FPI yang tersisa cukup syok. Tahlilan dan pengajian pun digelar. Tahlilan diikuti sekitar 30-an anggota FPI usai salat Magrib di Masjid Al Islah, Rabu (4/6) malam. Usai salat isya, tahlilan dilanjutkan dengan pengajian yang diisi ceramah seorang habib. ” [Sumber]
Di lingkungan penulis, cabang FPI selalu aktif merayakan Maulid Nabi, Tahlilan, Haul, khususnya pada malam tertentu, yang kebetulan di lingkungan penulis dilakukan setiap selasa sore dan hingga malam rabunya.
HIBUT TAHRIR INDONESIA
Adapun terkait Hizbut Tahrir sendiri -dalam hal ini adalah HTI (Hizbut Tahrir Indonesia)- sebagainya tercantum didalam website resminya nya (hizbut-tahrir.or.id), menyatakan sebagai berikut :
“Terkait dengan tahlilan, beliau menyampaikan bahwa hizbut tahrir tidak anti tahlilan karena ada syabab hizbut tahrir yang juga ikut tahlilan, tapi disisi lain HT tidak memerintahkan anggotanya untuk tahlilan, kalau Tahlil Siyasiy (penyadaran politik) HT senantiasa menyerukan kepada anggotanya.”
Bahkan terkait petinggi HTI Indonesia yaitu Ust. Muhammad Shiddiq al-Jawi yang mengasuh rubrik tanya jawab di majalah HTI (Media Umat), dalam situsnya [khilafah.org] mengatakan bahwa :
“Atas dasar itulah, menurut pengasuh, jika kita menghadiahkan pahala bacaan al-Qur`an kepada Rasulullah SAW, para imam dan ulama, atau saudara-saudara kita yang sudah meninggal, insya Allah pahalanya akan sampai kepada mereka“.
RIFA’IYYAH

Tentang organisasi Rifa’iyyah dapat di baca di situs Tanbihun . Adapun terkait Tahlilan, dalam sebuah artikel yang di tulis di situs tersebut ketika menanggapi isu tahlilan haram, disebutkan :
“Perkembangan masalah kelompok oknum rifaiyah yang mengharamkan,tahlil,ziarah kubur,membaca al-barzanji, masih sangat menarik dicermati. Karena ini menyangkut amaliyah yang sudah menjadi amaliyah mayoritas jamaah rifaiyah.
Kalau pengusung anti tahlil dari kalangan rifaiyah ini memang mempunyai jiwa ilmiah, anggap saja ini undangan dari kami, ayo kita gelar diskusi terbuka membahas masalah ini”
MAJELIS RASULULLAH
Hadirnya Majelis Rasulullah (http://www.majelisrasulullah.org) yang di asuh oleh al-’Allamah al-’Arif Billah al-Habib Munzir al-Musawa memberikan angin segar kepada mereka yang pro tahlilan, sebab didalam website tersebut terutama didalam forum tanya jawabnya cukup banyak menjawab pertanyaan seputar tahlilan. Ada baiknya yang ingin mengetahui lebih jauh mengunjungi situs resminya (klik disini) atau juga bisa membaca paparan al-Habib Munzir berikut ini :
“Pada hakikatnya majelis tahlil atau tahlilan adalah hanya nama atau sebutan untuk sebuah acara di dalam berdzikir dan berdoa atau bermunajat bersama. Yaitu berkumpulnya sejumlah orang untuk berdoa atau bermunajat kepada Allah Subhanahu wa Ta’alaa dengan cara membaca kalimat-kalimat thayyibah seperti tahmid, takbir, tahlil, tasbih, Asma’ul husna, shalawat dan lain-lain. Maka sangat jelas bahwa majelis tahlil sama dengan majelis dzikir, hanya istilah atau namanya saja yang berbeda namun hakikatnya sama.”.
Selengkapnya bisa di baca disini : Hakikat Tahlilan (Kenduri Arwah).
PERSIS (PERSATUAN ISLAM)
Persis merupakan sebuah organisasi Islam di Indonesia. Persis didirikan pada 12 September 1923 di Bandung oleh sekelompok Islam yang berminat dalam pendidikan dan aktivitas keagamaan yang dipimpin oleh Haji Zamzam dan Haji Muhammad Yunus.
Terkait pendangannya tentang tahlilan, penulis tidak memiliki data tentangnya. Namun melihat dari segi tokohnya seperti A. Hassan, maka besar kemungkinan bahwa mereka menolak tahlilan.
Menurut penuturan sahabat penulis yang sering aktifi dikajian Persis mengatakan bahwa persis tidak menyetujui tahlilan namun apabila ada tetangga yang mengundang maka mereka hadir untuk menjaga ukhuwah .
Jika ada yang berkenan menambahkan, penulis sangat berterima kasih dan semoga Allah membalas kebaikan kalian. Amiin.
Wallahu A’lam []
al-Faqir Ats-Tsauriy (Bangkalan)

Navigasi komentar

Komentar lebih baru →

41 comments on “Peta Organisasi: Tahlilan Dalam Pandangan NU, Muhammadiyah, Hizbut Tahrir (HTI), Majelis Rasulullah, FPI dan Lainnya

  1. Yang yakin tahlilan tdk haram ya tahlilan dan dilanjutkan,toh isinya kalimat thoyyiba masalah diterima tidaknya itu urusan Allah bukan manusia baik yang alim atau yang goblok yang hanya ngaku paling benar dan sesuai dengan alQur’an Hadist.Gitu saja kok repot.Jangan mengkafirkan orang muslim yang tidak sepaham dengan kelompoknya,Wong orang yang selalu mengkafir orang dan berkuar kuar kelompokku yang sesuai dengan alQu’an Hadits ternyata ngaji Qur’annya gak pokro alias grandul grandul dan goblok.

  2. Dari Ibnu Umar ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda:
    “Ya Alloh, berkahilah Syam dan Yaman bagi kami.”
    Mereka memohon:
    “Najd kami lagi wahai Rasulullah, doakan berkah.”
    Beliau menjawab: “Ya Alloh berkahilah Syam dan Yaman bagi kami.”
    Mereka memohon: “Najd kami lagi wahai Rasulullah, doakan berkah.”
    Beliau menjawab: “Di Najd itu tempat segala kegoncangan dan berbagai macam fitnah. Dan di sana akan lahir generasi pengikut syetan.”
    hadits shahih ini diriwayatkan oleh al Bukhari (979), al Tirmidzi (3888), dan Ahmad (5715).
    Menurut para ulama seperti al Imam al Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, al Hafizh al Ghummari, al Hafizh al ‘Abdari dan lain lain, maksud generasi pengikut syetan yang akan lahir di Najd dalam hadits tersebut adalah kelompok Wahabi/Salafi

  3. jika memnag belum pernah membaca dan mempelajari kitab-kitab hadits ada baiknya kita gak usah bilang berdasar hadits, atau bahkan berani menuduh orang lain menyimpang dari hadits.

  4. lumayan buat bahan bikin makalah

    setahuku …..tahlilan itu ajaran Hindu….

  5. Rame juga ya… Yang jelas Internetan inilah yang bid’ah dholalah. Banyak generasi muda yang terjerumus ke dlm lembah maksiat karena dunia maya sarat dengan jebajan-jebakan untuk melakukan sesuatu yang haram. Inilah seharusnya yang menjadi PR kita semua membendung arus informasi yang sarat maksiat.
    Memahami Quran dan hadis tidak cukup hanya dengan terjemahanya saja, Diperlukan penguasaan berbagai disiplin ilmu untuk bisa memahaminya.
    Jangan sok paling bener lah…..

    • kancrabodas……kau bilang internetan bid’ah? ga selalu kaya gtu x…..internetan itu ibarat pisau yg tajam….jadi tergantung sama orangnya mau gunain’a yg bagaimana….balik lagi ke diri kita masing2……banyak manfaatnya juga x internet itu..banyak informasi yg bisa di dapet…

  6. yang tahlilan silahkan tahlilan,tapi jgn ngajak saya ya..

    • Pa tidak ada kata yg lebih sopan??
      saling menghargai keputusn orng, inilah yg menjadi umat islam hancur karena umatnya sendiri

  7. SEMUA HAL YANG BERSANGKUTAN DG TAHLILAN/SELAMATAN, YASINAN, DLL SEJENISNYA MERUPAKAN KHILAFIYAH. TAPI KITA SEMUA HARUS INGAT : KETIKA TERJADI PERBEDAAN, KITA DISURUH KEMBALI PADA QURAN DAN SUNAH NABI.
    BETUL TIDAK??????????
    KEPUTUSANNYA YANG BAGAIMANA MENURUT QURAN DAN HADITS SHOHIH TOOO…. JANGAN PAKAI HADITS MUDHU’ DAN DHOIF. KARENA INI UNTUK MENENTUKAN DASAR HUKUMNYA. KALO GAK ADA DASAR HUKUMNYA DALAM QURAN DAN HADITS SHOHIH … BUAT APA DIPERTAHANKAN.

    JANGAN SAMPAI KITA SEPERTI ORANG KRISTEN….. ORANG KRISTEN ITU PADA GAK PATUH SAMA YESUS…AJARAN YESUS DIRUBAH2 SEENAKNYA, MENURUT KEPENTINGAN DAN PERKEMBANGAN JAMAN.

    SESUNGGUHNYA DALAM DIRI ROSULULLOH ITU ADA CONTOH YANG BAIK. KALAO KYAI KITA TDK SESUAI DG AJARAN ROSUL BUAT APA DIIKUTI…

    • Pas……saya sangat setuju sekali…………..

    • Pesan al quran, jika terjadi perbedaan pendapat kembalilah kepada quran dan hadits. Sudahkah kita kembalikan padanya?
      Apa kata quran?
      Apa kata Hadits?
      Salah satu kesombongan manusia adalah menolak kebenaran. dan kebenaran itu hanya datang dari Alloh swt.

    • Idem….. setuju banget.

    • kalo’ orang menentukan suatu hukum dengan cara berijtihad,,,
      jika ia benar ia mendapatkan dua pahala
      danjika salah mendapatkan satu pahala

      tahlilan kan kumpulan dari pada dzikir…hanya nam nya aja yang beda,,,

Navigasi komentar

Komentar lebih baru →

Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s