Peta Organisasi: Tahlilan Dalam Pandangan NU, Muhammadiyah, Hizbut Tahrir (HTI), Majelis Rasulullah, FPI dan Lainnya

Tulisan ini semata-mata untuk memberikan informasi berimbang tentang pandangan organisasi-organisasi Islam terkait kegiatan Tahlilan. Dimana diantara organsasi Islam, tahlilan disetujui namun ada juga yang tidak setuju.
NAHDLATUL ‘ULAMA (NU)

NU atau Nahdlatul ‘Ulama (Kebangkitan Ulama’) sejak awal memang terkenal dengan kegiatan tahlilan-nya. Kegiatan tahlilan menyebarkan bahkan mengakar di lingkungan masyarakat yang tersebar dakwah nahdliyyin, walaupun sebenarnya tahlilan tidak hanya dilakukan oleh warga nahdliyyin namun juga kaum Muslimin lainnya sebab tahlilan sudah ada sejak dahulu bahkan tidak hanya di Indonesia. Tahlilan banyak dibahas dalam buku-buku yang diterbitkan, situs remsinya http://www.nu.or.id, majalah-majalah yang diterbitkan NU dan lain sebagainya juga artikel-artikel yang ditulis oleh Masyayikh NU bahkan santri-santri NU baik senior maupun junior, termasuk juga para simpatisannya. Yang mana intinya tahlilan diterima, dilaksanakan dan dipertahankan dengan baik oleh mereka. Diantaranya bisa di baca disini  atau silahkan dapatkan buku-buku yang mudah dipahami seperti seperti :

  • TAHLIL DAN KENDURI – Tradisi Santri dan Kiayi,
  • Tahlil dalam Perspektif Al-Qur’an dan As-Sunnah,
  • Landasan Amaliyah NU,
  • Mutiara Hujjah – Kupas Tuntas Keshohihan Sholat Tarowih 20 Rakaat, Ziaroh Kubur, Tawassul dan Amal-Amal yang berkaitan dengannya,
  • Ternyata Aku Orang NU – Kupas Tuntas Tradisi dan Amaliyah NU,
  • Menjawab Vonis Bid’ah – Kajian Pesantren, Tradisi & Adat Masyarakat,
  • Bid’ahnya Tuduhan Bid’ah – Telaah Kritis Atas Buku : “Penjelasan Gamblang Seputar Hukum Yasinan, Tahlilan & Selamatan” karya Ustadz Abu Ibrahim Muhammad Ali,
  • Dan lain sebagainya.
MUHAMMADIYAH
Organisasi yang digagas oleh KH. Ahmad Dahlan ini termasuk organisasi yang dikenal sebagai organisasi tidak menyetujui kegiatan tahlilan. Sehingga inilah yang kadang menjadi perdebatan dengan Nahdlatul ‘Ulamaa’, namun pada dasarnya perdebatan terjadi pada tingkat elit dalam bidang keilmuan Islam, sedangkan pada tingkat akar rumput, masyrakat kebanyakan berbaur dalam kegiatan tahlilan walaupun ada juga yang tidak. Berikut diantara pernyataan resmi Muhammadiyah terkait tahlilan dalam sebuah jawaban dari pertanyaan dari Siswo S., Mojokerto, Jawa Timur (disidangkan pada Jum’at, 19 Ramadan 1429 H / 19 September 2008 M)  :
“Masalah tahlilan orang yang meninggal dunia merupakan masalah khilafiyah (terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama). Di kalangan para pendukung gerakan Islam pembaharu (tajdid) yang berorientasi kepada pemurnian ajaran Islam, seperti Muhammadiyah, sepakat memandang tahlilan orang yang meninggal dunia sebagai bid’ah yang harus ditinggalkan karena tidak ada tuntunannya dari Rasulullah. Adapun para pendukung gerakan Islam tradisional maupun gerakan tarekat, cenderung membolehkan dan bahkan menganjurkan tahlilan bagi orang yang meninggal dunia”.
Filenya (softcopy-nya) bisa di download di situs resmi Muhammadiyah (www.muhammadiyah.or.id) atau download DISINI.
FRONT PEMBELA ISLAM (FPI)
Organisasi yang sangat aktif amar ma’ruf nahi mungkar dan di asuh oleh al-Habib Rizieq Syihab bukanlah organisasi yang kontra tahlilan namun organisasi yang selalu mengamalkan tahlilan termasuk juga cabang-cabangnya. Sedangkan berikut sedikit informasi yang mudah diketahui tentang tahlilan FPI.
“Penangkapan 58 anggota FPI termasuk sang Ketua Habib Rizieq Shihab membuat para anggota FPI yang tersisa cukup syok. Tahlilan dan pengajian pun digelar. Tahlilan diikuti sekitar 30-an anggota FPI usai salat Magrib di Masjid Al Islah, Rabu (4/6) malam. Usai salat isya, tahlilan dilanjutkan dengan pengajian yang diisi ceramah seorang habib. ” [Sumber]
Di lingkungan penulis, cabang FPI selalu aktif merayakan Maulid Nabi, Tahlilan, Haul, khususnya pada malam tertentu, yang kebetulan di lingkungan penulis dilakukan setiap selasa sore dan hingga malam rabunya.
HIBUT TAHRIR INDONESIA
Adapun terkait Hizbut Tahrir sendiri -dalam hal ini adalah HTI (Hizbut Tahrir Indonesia)- sebagainya tercantum didalam website resminya nya (hizbut-tahrir.or.id), menyatakan sebagai berikut :
“Terkait dengan tahlilan, beliau menyampaikan bahwa hizbut tahrir tidak anti tahlilan karena ada syabab hizbut tahrir yang juga ikut tahlilan, tapi disisi lain HT tidak memerintahkan anggotanya untuk tahlilan, kalau Tahlil Siyasiy (penyadaran politik) HT senantiasa menyerukan kepada anggotanya.”
Bahkan terkait petinggi HTI Indonesia yaitu Ust. Muhammad Shiddiq al-Jawi yang mengasuh rubrik tanya jawab di majalah HTI (Media Umat), dalam situsnya [khilafah.org] mengatakan bahwa :
“Atas dasar itulah, menurut pengasuh, jika kita menghadiahkan pahala bacaan al-Qur`an kepada Rasulullah SAW, para imam dan ulama, atau saudara-saudara kita yang sudah meninggal, insya Allah pahalanya akan sampai kepada mereka“.
RIFA’IYYAH

Tentang organisasi Rifa’iyyah dapat di baca di situs Tanbihun . Adapun terkait Tahlilan, dalam sebuah artikel yang di tulis di situs tersebut ketika menanggapi isu tahlilan haram, disebutkan :
“Perkembangan masalah kelompok oknum rifaiyah yang mengharamkan,tahlil,ziarah kubur,membaca al-barzanji, masih sangat menarik dicermati. Karena ini menyangkut amaliyah yang sudah menjadi amaliyah mayoritas jamaah rifaiyah.
Kalau pengusung anti tahlil dari kalangan rifaiyah ini memang mempunyai jiwa ilmiah, anggap saja ini undangan dari kami, ayo kita gelar diskusi terbuka membahas masalah ini”
MAJELIS RASULULLAH
Hadirnya Majelis Rasulullah (http://www.majelisrasulullah.org) yang di asuh oleh al-‘Allamah al-‘Arif Billah al-Habib Munzir al-Musawa memberikan angin segar kepada mereka yang pro tahlilan, sebab didalam website tersebut terutama didalam forum tanya jawabnya cukup banyak menjawab pertanyaan seputar tahlilan. Ada baiknya yang ingin mengetahui lebih jauh mengunjungi situs resminya (klik disini) atau juga bisa membaca paparan al-Habib Munzir berikut ini :
“Pada hakikatnya majelis tahlil atau tahlilan adalah hanya nama atau sebutan untuk sebuah acara di dalam berdzikir dan berdoa atau bermunajat bersama. Yaitu berkumpulnya sejumlah orang untuk berdoa atau bermunajat kepada Allah Subhanahu wa Ta’alaa dengan cara membaca kalimat-kalimat thayyibah seperti tahmid, takbir, tahlil, tasbih, Asma’ul husna, shalawat dan lain-lain. Maka sangat jelas bahwa majelis tahlil sama dengan majelis dzikir, hanya istilah atau namanya saja yang berbeda namun hakikatnya sama.”.
Selengkapnya bisa di baca disini : Hakikat Tahlilan (Kenduri Arwah).
PERSIS (PERSATUAN ISLAM)
Persis merupakan sebuah organisasi Islam di Indonesia. Persis didirikan pada 12 September 1923 di Bandung oleh sekelompok Islam yang berminat dalam pendidikan dan aktivitas keagamaan yang dipimpin oleh Haji Zamzam dan Haji Muhammad Yunus.
Terkait pendangannya tentang tahlilan, penulis tidak memiliki data tentangnya. Namun melihat dari segi tokohnya seperti A. Hassan, maka besar kemungkinan bahwa mereka menolak tahlilan.
Menurut penuturan sahabat penulis yang sering aktifi dikajian Persis mengatakan bahwa persis tidak menyetujui tahlilan namun apabila ada tetangga yang mengundang maka mereka hadir untuk menjaga ukhuwah .
Jika ada yang berkenan menambahkan, penulis sangat berterima kasih dan semoga Allah membalas kebaikan kalian. Amiin.
Wallahu A’lam []
al-Faqir Ats-Tsauriy (Bangkalan)

134 thoughts on “Peta Organisasi: Tahlilan Dalam Pandangan NU, Muhammadiyah, Hizbut Tahrir (HTI), Majelis Rasulullah, FPI dan Lainnya

  1. Wah kok rame baanget, tapi pake bahasa yg sopan lah. Kalo menurut inyong Yang paling aman nggak usah melakukan amalan yang menjadi perbedaan pendapat. Soalnya klo mengamalkan dan benar dapat pahala sedang kalo salah sebaliknya dapat dosa karena belum pernah dilakukan pada masa Nabi SAW. Lain halnya kalo tidak mengamalkan cuma beresiko tidak mendapat pahala saja tapi aman dari dosa. Sebenarnya kalau pingin memperbanyak amalan lakukan amalan amalan yang dasarnya benar-benar shahih dan tidak menjadi perbedaan pendapat itu kalau kita nuruti sudah capek broo, nggak kurang-kurang. Apalagi sampai bisa dirutinkan setiap hari itu sudah hebat, contoh sholat tahajut, sholat dhuha, puasa senin kamis puasa daud dll. Yang menjadi permasalahan kita itu kan karena kita dihadapkan dengan tradisi dan lingkungan kita yang mayoritas melakukan tahlilan, belum lagi orang tua sendiri juga mengikutinya.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s