Bakti Santri untuk Negeri: Fatwa Jihad sang Kyai

kronologi-sejarah-perjuangan-kaum-santri-hingga-tercetusnya-resolusi-jihad-nahdlatul-ulama-demi-pertahankan-kemerdekaan-riKumandang adzan syahdu menggantung di langit senja Cibarusah, penghujung Bekasi dan Cikarang kini. Merahnya semakin pekat, sirna, sunyi. Area seluas 20 hektar itu kian lengang dengan karung-karung bertumpuk bekas latihan perang, di kelilingi hutan yang masih lebat dengan pepohonan yang kian melegam. Kini, para santri itu memasuki Masjid Mujahidin untuk melaksanakan shalat maghrib.

Baca lebih lanjut

Iklan

Tontowi dan Santri-Santri yang Menginspirasi Negeri

cnn-tontowiDutaIslam.Com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Efendi boleh berbangga menyatakan kalau terpilihnya dia sebagai menteri karena Muhammadiyah tempat ia berorganisasi lebih unggul dalam pendidikan. Tapi dia tidak boleh nyinyir dengan prestasi nyata lembaga pendidikan milik Nahdlatul Ulama’ (NU) yang senyatanya lebih bisa dikabarkan.

Baca lebih lanjut

Mbah Wahab Chasbullah dan Rekruitmen Kader NU dari Mimpi

14141686_1074986349258703_6939995718257919075_n
Oleh: Rijal Mumazziq Zionis (Ketua PC LTN NU Kota Surabaya, alumus Pascasarjana UIN Sunan Ampel)

Seorang pemuda berusia 23 tahun mendirikan sebuah madrasah. Dia bercita-cita madrasah ini menjadi pelita bagi tanah airnya. Karena itu dia menamakannya Misbahul Wathan. Masykur, nama pemuda ini adalah alumni Pondok Pesantren Jamsaren, Solo; dan Tebuireng, Jombang. Dia mendirikan madrasah ini di Singosari, Malang, kampung kelahirannya.