Sambut Hari Santri Nasional, Menag Luncurkan Mushaf Santri

sambut-hari-santri-nasional-menag-luncurkan-mushaf-santri

Jakarta, Muslimedianews ~ Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meluncurkan sekaligus memberi nama Mushaf Al-Quran yang ditulis oleh 40.128 santri pondok pesantren dengan nama Mushaf Santri. Penulisan Mushaf Al-Quran ini dilakukan serentak di seluruh Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi di Indonesia diawali dengan penulisan kalimat Basmalah oleh Menteri Agama. Masing-masing provinsi melibatkan peserta utama sebanyak 608 santri dan peserta tambahan sebanyak 608 santri sehingga rata-rata di setiap kanwil melibatkan sekitar 1.216 santri pondok pesantren.

Baca lebih lanjut

Bakti Santri untuk Negeri: Fatwa Jihad sang Kyai

kronologi-sejarah-perjuangan-kaum-santri-hingga-tercetusnya-resolusi-jihad-nahdlatul-ulama-demi-pertahankan-kemerdekaan-riKumandang adzan syahdu menggantung di langit senja Cibarusah, penghujung Bekasi dan Cikarang kini. Merahnya semakin pekat, sirna, sunyi. Area seluas 20 hektar itu kian lengang dengan karung-karung bertumpuk bekas latihan perang, di kelilingi hutan yang masih lebat dengan pepohonan yang kian melegam. Kini, para santri itu memasuki Masjid Mujahidin untuk melaksanakan shalat maghrib.

Baca lebih lanjut

Tontowi dan Santri-Santri yang Menginspirasi Negeri

cnn-tontowiDutaIslam.Com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Efendi boleh berbangga menyatakan kalau terpilihnya dia sebagai menteri karena Muhammadiyah tempat ia berorganisasi lebih unggul dalam pendidikan. Tapi dia tidak boleh nyinyir dengan prestasi nyata lembaga pendidikan milik Nahdlatul Ulama’ (NU) yang senyatanya lebih bisa dikabarkan.

Baca lebih lanjut

Wawancara Imanjiner dengan Hadhratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari

14068489_1069835243107147_2122849555947160773_oOleh: KH. A. Musthofa Bisri bin KH. Bisri Musthofa bin KH. Musthofa, Pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang

Ungkapan saya ‘berkangen-kangenan’ mungkin kurang tepat meskipun sekadar imajiner, karenanya saya beri tanda kutip. Soalnya yang kangen hanya saya dan saya tidak ‘menangi’ (pernah bertemu-red) tokoh yang saya kangeni itu. Dari apa yang saya dengar tentang Hadhratus Syaikh dan rekaman-rekaman buah pikiran beliau yang berhasil saya kumpulkan sampai saat ini, saya memperoleh gambaran yang demikian jelas mengenai Bapak NU ini sehingga seolah-olah saya ‘menangi’ beliau. Baca lebih lanjut